Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia
Advertisement . Scroll to see content

India Larang Ekspor Gandum, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?

Minggu, 15 Mei 2022 - 12:45:00 WIB
India Larang Ekspor Gandum, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?
India larang ekspor gandum, bagaimana dampaknya ke Indonesia? Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

MUMBAI, iNews.id - India melarang ekspor gandum karena gelombang panas. Namun masih akan mengizinkan ekspor yang didukung letter of credit yang sudah dikeluarkan dan ke negara-negara yang meminta pasokan untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan mereka. 

Pembeli global mengandalkan pasokan dari produsen gandum terbesar kedua di dunia setelah ekspor dari wilayah Laut Hitam anjlok menyusul invasi Rusia ke Ukraina. Sebelum pelarangan, India telah menargetkan rekor pengiriman 10 juta ton tahun ini. 

Para pejabat menambahkan, tidak ada penurunan dramatis dalam produksi gandum tahun ini, tetapi ekspor yang tidak diatur telah menyebabkan kenaikan harga lokal.

"Kami tidak ingin perdagangan gandum terjadi dengan cara yang tidak diatur atau terjadi penimbunan," kata Sekretaris Perdagangan BVR Subrahmanyam, dikutip dari Reuters, Minggu (15/5/2022).

Meskipun bukan salah satu pengekspor gandum utama dunia, larangan India dapat mendorong harga global ke rekor baru mengingat pasokan yang sudah ketat, memukul konsumen miskin di Asia dan Afrika dengan sangat keras.

Sementara itu, Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan, India merupakan produsen gandum nomor 2 terbesar di dunia setelah China dengan kapasitas produksi 107,5 juta ton. Sedangkan Indonesia mengimpor gandum tiap tahun sebesar 11,7 juta ton atau setara 3,45 miliar dolar AS, naik 31,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Jadi kalau India melakukan proteksionisme dengan larang ekspor gandum, sangat berisiko bagi stabilitas pangan di dalam negeri. Dengan inflasi yang mulai naik, dikhawatirkan garis kemiskinan akan meningkat," ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (15/5/2022).

Menurutnya, ada 4 dampak dari pelarangan ekspor gandum. Pertama, harga makin mahal padahal di pasar internasional telah naik 58,8 persen dalam satu tahun terakhir. Imbas pada inflasi pangan akan menekan daya beli masyarakat.

"Contohnya tepung terigu, mi instan sangat butuh gandum, dan Indonesia tidak bisa produksi gandum. Banyak industri makanan minuman skala kecil yang harus putar otak untuk bertahan di tengah naiknya biaya produksi," tuturnya.

Kedua, pelarangan ekspor gandum yang belum diketahui sampai kapan waktunya membuat kekurangan pasokan menjadi ancaman serius. Perang Ukraina-Rusia sudah membuat stok gandum turun signifikan, ditambah kebijakan India, tentu berimbas signifikan ke keberlanjutan usaha yang butuh gandum.

"Ketiga, pengusaha harus segera mencari sumber alternatif gandum dan ini harusnya menjadi kesempatan bagi alternatif bahan baku selain gandum seperti tepung jagung, singkong, hingga sorgum yang banyak ditemukan di Indonesia," ucap Bhima.

Keempat, pakan ternak yang sebagian menggunakan campuran gandum. Ketika harga gandum naik bisa menyebabkan harga daging dan telur juga naik.

"Oleh karena itu, pemerintah harus segera mempersiapkan strategi untuk mitigasi berlanjutnya ekspor gandum India," kata Bhima.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut