Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan
Bersama anggota kelompoknya, Eja aktif menggerakkan gotong royong, menjaga kebersihan, mengatur area camping, hingga memastikan seluruh wisatawan menghormati aturan adat setempat, termasuk pemisahan area pemandian laki-laki dan perempuan di sungai.
“Pesan kami untuk pengunjung yang datang ke Hutan Adat Imbo Putui adalah untuk selalu menjaga kebersihan dan fasilitas yang sudah ada agar liburan tetap nyaman. Diharapkan semua pengunjung membuang sampah ke tempat yang disediakan, pohon jangan ditebang sembarangan, dan aturan adat setempat harus kita terapkan demi kenyamanan dan keamanan bersama,” ujarnya.
Kerja keras berbuah manis. Pada periode libur panjang satu bulan terakhir, lonjakan kunjungan wisatawan diperkirakan mencapai hampir 400 orang yang berasal dari kalangan komunitas, keluarga, hingga mahasiswa. Wisatawan kini bisa menikmati aktivitas mandi di sungai, camping, dan hiking menyusuri hutan dengan jauh lebih nyaman.
Peningkatan kunjungan ini secara langsung berdampak signifikan pada kesejahteraan ekonomi pengelola. Omzet mingguan kelompok yang sebelumnya hanya berkisar di angka Rp300 ribu, kini melonjak hingga mencapai sekitar Rp3 juta per minggu saat musim liburan, sebuah lompatan pendapatan hingga 10 kali lipat.
Dukungan terhadap Hutan Adat Imbo Putui merupakan wujud komitmen PHR dalam menjaga keselarasan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Potensi yang dimiliki Imbo Putui adalah nilai-nilai adat dan kelestarian hutan yang patut dibanggakan.
“Melalui kolaborasi ini, PHR ingin memastikan bahwa kekayaan alam dan budaya tidak hanya lestari, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa. Kami berharap transformasi ini menjadikan Imbo Putui sebagai model desa wisata berkelanjutan di Riau," kata Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal.
Meski sektor pariwisata tengah berkembang, komitmen masyarakat Petapahan dan Pokdarwis untuk menjaga kelestarian lingkungan dan aturan adat tidak pernah luntur. Keberhasilan Hutan Adat Imbo Putui menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi multipihak dapat mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal tanpa harus mengorbankan kelestarian alam hayati yang berkelanjutan.
Editor: Rizqa Leony Putri