Implementasi Prinsip Keberlanjutan Makin Kuat, MCSI ESG Rating BRI Naik dari BBB Jadi A
BRI terus mendorong penguatan penerapan prinsip keberlanjutan, di mana perjalanan sustainability perseroan sudah dimulai bahkan sejak BRI didirikan pada 1895. Seiring perjalanannya, BRI berkembang menjadi bank yang fokus melayani nasabah UMKM, serta memperluas jangkauan inklusi keuangan dan literasi keuangan di Indonesia, melalui pembentukan Holding Ultra Mikro bersama dengan Pegadaian dan PNM.
BRI juga telah memiliki berbagai kebijakan human capital demi menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi pekerjanya, di antaranya adalah kebijakan berperilaku saling menghormati di tempat kerja (respectful workplace policy) dan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja (occupational health and safety policy). BRI juga terus berupaya menjaga porsi keberagaman serta kesetaraan (diversity and equality) pekerja.
Dari sisi bisnis, BRI berupaya menerapkan prinsip keberlanjutan baik dalam penyaluran kredit kepada nasabah, maupun penghimpunan dana. Sampai dengan Desember 2022, tercatat BRI telah menyalurkan kredit kepada kegiatan usaha berkelanjutan sebesar Rp694,9 triliun, atau setara dengan 67,5 persen dari total portofolio kredit BRI.
Sampai saat ini, BRI juga telah melakukan penghimpunan dana berbasis ESG melalui penerbitkan Sustainability Bond senilai 500 juta Dolar AS pada 2019. Hingga pada 2022, dana yang terhimpun dari penerbitan bond tersebut telah disalurkan dalam bentuk kredit ke sektor hijau sebesar 25,7 persen dan ke sektor sosial sebesar 74,3 persen.
Selain itu, di 2022, BRI menerbitkan Green Bond senilai Rp5 triliun, di mana 80 persen dana yang terhimpun, disalurkan ke KUBL (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan), dan 20 persen disalurkan ke sektor sosial.