NEW YORK, iNews.id - Harga minyak mentah melesat hampir 2 persen atau ke level tertinggi dalam 10 bulan pada Selasa waktu setempat. Hal ini disebabkan prospek pasokan yang lebih ketat dan keyakinan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terhadap ketahanan permintaan energi di negara-negara besar.
Minyak mentah Brent naik 1,42 dolar AS atau 1,6 persen menjadi 92,06 dolar AS per barel. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,55 dolar AS atau 1,8 persen menjadi 88,84 dolar AS per barel.
Airlangga Targetkan Implementasi Penuh Ekspor Satu Pintu Lewat Danantara Diterapkan 1 Januari 2027
Mengutip Reuters, kedua benchmark tersebut secara teknis masih berada dalam kondisi overbought atau jenuh beli selama delapan hari berturut-turut, dan ditutup pada level tertinggi sejak November 2022.
Sementara, OPEC tetap berpegang pada perkiraannya mengenai pertumbuhan permintaan minyak global yang kuat pada tahun 2023 dan 2024, dengan alasan bahwa negara-negara besar lebih kuat dari perkiraan.
ICP Agustus 2023 Naik Jadi 82,59 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya
Laporan bulanan OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) pada tahun 2024.