Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Uji Coba Rudal Balistik, Kim Jong Un Siapkan Rencana Perkuat Nuklir Korut Hadapi AS Cs
Advertisement . Scroll to see content

Hacker Korea Utara Diduga Dalangi Pencurian Kripto Senilai Rp521 Miliar

Kamis, 08 Juni 2023 - 12:08:00 WIB
Hacker Korea Utara Diduga Dalangi Pencurian Kripto Senilai Rp521 Miliar
Hacker Korea Utara diduga berada di balik pencurian dari layanan mata uang kripto populer senilai 35 juta dolar AS atau setara Rp521,44 miliar. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Hacker Korea Utara diduga berada di balik pencurian dari layanan mata uang kripto populer senilai 35 juta dolar AS atau setara Rp521,44 miliar. Hal ini merupakan yang terbaru dari serangkaian peretasan perusahaan kripto terkait dengan Pyongyang yang dikhawatirkan pejabat Amerika Serikat (AS) dapat digunakan untuk mendanai program senjata nuklir dan balistik Korea Utara.

Mengutip CNN Business, hacker menguras akun mata uang kripto pelanggan tertentu dari Atomic Wallet, sebuah perusahaan yang berbasis di Estonia.

Atomic Wallet mengatakan, kurang dari 1 persen pengguna disebut terkena peretasan. Namun, perusahaan belum menentukan berapa banyak uang yang mungkin telah dicuri atau siapa yang berada di balik peretasan tersebut. 

Beberapa korban yang terdampak peretasan bermunculan di media sosial Twitter memohon kepada para peretas agar uang mereka bisa dikembalikan, sembari memposting alamat mata uang kripto mereka seandainya para peretas mengasihani mereka.

Sebelumnya, hacker Korea Utara telah mencuri miliaran dolar dari bank dan perusahaan mata uang kripto selama beberapa tahun terakhir. Menurut laporan dari PBB dan perusahaan swasta, peretas tersebut menyediakan sumber pendapatan utama bagi rezim tersebut. 

Dalam insiden peretasan Atomic Wallet, teknik pencucian uang para peretas dan alat yang mereka gunakan cocok dengan hacker dari Korea Utara, menurut perusahaan pelacak kripto yang berbasis di London, Elliptic.

Pelacak kripto independen, ZachXBT mengatakan bahwa peretas Korea Utara kemungkinan besar bertanggung jawab. Jumlah yang dipastikan dicuri bisa naik di atas 35 juta dolar AS karena Atomic Wallet terus menyelidiki insiden tersebut. 

“Polanya mirip dengan apa yang kami lihat dengan pencucian dana Harmony pada bulan Januari,” tulis keterangan ZachXBT merujuk pada pencucian 100 juta dolar AS yang dicuri dari sebuah perusahaan yang berbasis di California.

Menggagalkan peretasan dan pencucian uang Korea Utara dengan cepat menjadi prioritas keamanan nasional bagi pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Salah satu pejabat Gedung Putih menyebut, sekitar setengah dari program rudal Korea Utara didanai oleh serangan siber dan pencurian mata uang kripto. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut