Grup Salim bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Hidrogen Senilai Rp11,86 Triliun di Singapura
Pengembangan energi bersih ini terkait dengan visi dan investasi miliarder asal Indonesia, Anthoni Salim yang dikaitkan dengan First Pacific, konglomerasi sekaligus pemegang saham utama PacificLight Power.
Dukungan Grup Salim tersebut menggarisbawahi komitmennya terhadap bisnis berkelanjutan ke depan. Keterlibatan First Pacific melalui PacificLight tidak hanya menekankan investasi, tetapi juga mencerminkan pandangan dalam memajukan solusi energi yang lebih bersih untuk kawasan tersebut.
Adapun pembangkit listrik tenaga hidrogen yang akan dibangun dilengkapi perpaduan antara inovasi dan efisiensi. Dilengkapi dengan teknologi Turbin Gas Siklus Gabungan (CCGT) kelas H yang canggih, fasilitas tersebut akan mengintegrasikan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) berskala besar.
Integrasi perintis ini memungkinkan pabrik untuk menyeimbangkan pasokan listrik selama fluktuasi permintaan, meningkatkan stabilitas jaringan dan efisiensi operasional.
Inti dari desain pabrik tersebut adalah kemampuan untuk membakar hidrogen, sumber bahan bakar yang dipuji karena emisi karbonnya yang rendah hingga nol. Evolusi ini sejalan dengan tujuan PacificLight untuk mendukung ambisi nol karbon bersih Singapura.