Grab Indonesia 2025: Ketika Platform Digital Jadi Bantalan Sosial dan Pertumbuhan Ekonomi
Data internal Grab 2025 menunjukkan bahwa lebih dari separuh mitra pengemudi berusia di atas 36 tahun, bahkan mayoritas di atas 45 tahun, kelompok usia yang kerap menghadapi diskriminasi di pasar kerja formal. Sekitar 69 persen mitra hanya berpendidikan SMA/SMK, dan hampir separuhnya sebelumnya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.
Yang paling menyentuh adalah peran perempuan. Sebanyak 182.500 mitra pengemudi Grab adalah perempuan, sebagian besar ibu tunggal dan tulang punggung keluarga. Bagi mereka, fleksibilitas bukan sekadar fitur, melainkan kebutuhan hidup.
UMKM: Mesin Ekonomi yang Diperkuat Digital
Sepanjang 2025, Grab terus menegaskan perannya sebagai akselerator UMKM. Delapan dari sepuluh merchant GrabFood adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Di GrabMart, lebih dari separuh merchant berasal dari UMKM lokal. Sejak 2020 hingga 2024, ekosistem merchant Grab telah menciptakan sekitar 4,6 juta lapangan kerja. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan di tengah keterbatasan sektor formal.
Program Kota Masa Depan menjadi salah satu wajah kolaborasi ini. Melalui enam rangkaian workshop pelatihan UMKM yang menjangkau 16 kota tier-2 dan tier-3, Grab mendorong pelaku usaha lokal untuk tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas lewat digitalisasi. Di kota-kota yang sering luput dari sorotan ekonomi nasional, teknologi justru membuka pintu baru bagi pertumbuhan.
Ekosistem Terintegrasi: Mobilitas, Keuangan, dan Kesehatan
Sepanjang 2025, Grab memperkuat ekosistem terintegrasi yang mencakup mobilitas, pengantaran, belanja, layanan finansial, hingga kesehatan. GrabCar, GrabBike, GrabFood, GrabExpress, GrabMart, GrabJastip, hingga GrabHealth dan GrabKios menjadi simpul-simpul yang saling terhubung.