Grab For Business Bantu Perusahaan Kelola Operasional Harian di Tengah Kompleksitas Bisnis
Selain membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, Grab For Business juga mendukung perusahaan dalam mengembangkan, mengukur, dan melaporkan dampak keberlanjutan dari perjalanan bisnis mereka.
Saat ini, Grab mengoperasikan lebih dari 14.000 armada kendaraan listrik di Indonesia dan menargetkan peningkatan jumlah armada hingga tiga kali lipat pada akhir 2026. Melalui GFB Sustainability Report, perusahaan dapat mengakses data emisi, mendukung kebutuhan Scope 3 Reporting, serta memperkuat pelaporan ESG dengan data yang lebih terukur.
Manfaat Grab For Business juga telah dirasakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk PLN Icon Plus. Dedi Budi Utomo, Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Icon Plus, mengatakan bahwa Grab For Business membantu perusahaan dalam mengelola mobilitas karyawan sekaligus mendukung komitmen keberlanjutan.
“Bagi PLN Icon Plus, sustainability merupakan bagian dari cara kami bergerak menatap masa depan. Grab For Business membantu kami melalui akses terhadap armada kendaraan listrik, sekaligus memudahkan pengelolaan mobilitas ribuan karyawan dari Kantor Pusat Jakarta hingga berbagai kantor SBU di seluruh Indonesia untuk membantu kegiatan operasional. Dengan visibilitas transaksi secara real-time, proses pengecekan laporan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit,” katanya.
Efisiensi tersebut juga tercermin dari potensi penghematan waktu kerja. Berdasarkan riset Forrester, otomatisasi proses expense claims melalui Grab For Business dapat menghemat lebih dari 11.500 jam kerja per tahun. Dengan proses yang lebih otomatis dan data transaksi yang lebih mudah dipantau, perusahaan dapat mengurangi beban administratif sekaligus meningkatkan akurasi pelaporan.
Isu mengenai pertumbuhan yang lebih cerdas, kecepatan eksekusi, produktivitas, dan kesiapan teknologi tersebut juga menjadi pembahasan utama dalam Grab Business Forum 2026.
Pada tahun ketujuh penyelenggaraannya, forum ini menghadirkan ekonom senior Indonesia sekaligus Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, Chatib Basri, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie, yang memberikan perspektif mengenai dinamika ekonomi, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha untuk menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terarah di tengah tantangan global.
Dalam sesi keynote, Chatib Basri membahas dinamika ekonomi global serta implikasinya terhadap strategi pertumbuhan korporasi. Menurutnya, di tengah kondisi global yang dinamis, perusahaan tidak lagi dapat hanya mengandalkan faktor-faktor pertumbuhan tradisional seperti biaya modal yang rendah atau ketersediaan tenaga kerja murah.