Ganjar Pranowo Dorong Anak Muda Jadi Entrepreneur, Simak 3 Mindset yang Harus Dimiliki
Dalam artikel ini, akan dibahas 3 ciri-ciri entrepreneurial mindset, serta akan ditutup dengan upaya Ganjar Pranowo mendorong perkembangan entrepreneur dalam rekam jejaknya.
Waketum Partai Perindo Ferry Kurnia: Duet Ganjar-Mahfud MD Sangat Tepat, Paket Lengkap
Dalam sebuah artikel MIT Sloan, setidaknya ada tiga ciri-ciri pola pikir dari seorang entrepreneur. Berikut tiga ciri utama seseorang memiliki entrepreneurial mindset:
Seorang yang memiliki entrepreneurial mindset harus ulet, banyak ide, dan yang terpenting, selalu berorientasi pada solusi. Orang yang memiliki pola pikir seperti ini adalah seorang yang terus belajar seumur hidup, selalu memiliki rasa penasaran dengan berbagai hal, kreatif, dan berpikir kritis.
“Mereka mengarahkan diri sendiri, berorientasi pada tindakan, dan sangat terlibat. Mereka memiliki interpretasi optimis tentang kejadian buruk dan melihat masalah sebagai peluang potensial,” ujar Managing Director Martin Trust Center MIT Entrepreneurship Rowena Barrett.
Memiliki entrepreneurial mindset artinya harus bisa menerima berbagai perubahan yang seringkali tidak terduga dan tidak diajarkan dalam manajemen. Seorang entrepreneur akan tetap berfokus pada tujuan dan misi yang dikerjakan meskipun terjadi sebuah perubahan.
Dengan kemampuan adaptasi, seorang entrepreneur akan selalu sigap mencari solusi yang bisa memberikan jalan keluar di tengah ketidakstabilan yang ada. Seorang yang adaptif tidak takut akan perubahan, justru melihat perbahan sebagai peluang menciptakan hal baru yang bernilai dan solutif.
Ini adalah ciri-ciri yang dimaksud oleh Ganjar Pranowo dalam pernyataannya di atas. Tidak mudah rapuh merupakan kualitas positif dari mindset entreprenuer. Pola pikir ini adalah sebuah kemampuan yang dibutuhkan secara universal dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di dunia.
Seorang pengusaha yang memiliki entrepreneurial mindset akan menemukan solusi dari berbagai permasalahan yang dia hadapi. Dia tidak takut dalam menghadapi masalah yang ada dan berani melangkah dengan memperhitungkan berbagai risiko secara tepat dan akurat.
Yang terpenting, jika dia gagal, dia tidak akan rapuh dan putus asa, melainkan menjadi termotivasi untuk mencari alternatif solusi yang dapat membawa kesuksesan.