Dukung Peningkatan Investasi dan Produktivitas Sektor Migas, ASPEBINDO Gelar Indonesia Energy Outlook 2025
"Kita harus genjot eksplorasi agar menemukan cadangan baru untuk meningkatkan produksi. Kita masih bisa produksi 500 ribu barel per hari sampai tahun 2030. Untuk mencapai 1 juta barel per hari perlu dilakukan percepatan Enhance Oil Recovery (EOR). Tantangannya adalah investasi dan regulasi. Kita berharap ada perbaikan tata kelola, dan segera revisi UU Migas," ucapnya.
Sementara Asep Samsul Arifin, VP Upstream Business Planning & Portfolio Management PT Pertamina Hulu Energi mengatakan, sebagai investor, saat ini wilayah kerja Pertamina Hulu Energi sebanyak 26 persen ada di dalam negeri, beberapa persen lainnya di luar negeri. "Dari 26 persen tersebut kami menyumbang sekitar 63 persen produksi nasional," katanya.
Menurut Asep, tantangan lainnya yang dihadapi Pertamina seperti teknologi yang tertinggal. Oleh karena itu diharapkan yang bisa dilakukan sekarang adalah memelihara dan men-develop sumur eksisten yang sustainable produksinya.
Editor: Anindita Trinoviana