Diversifikasi Bisnis, Emiten Energi Ini Perkuat Sektor EBT hingga Kecerdasan Buatan
Melalui adopsi teknologi ini, DSSA memastikan operasional tetap relevan dengan kebutuhan energi masa depan sekaligus secara aktif menekan emisi karbon.
“Pendekatan kami adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan," ucap Lokita dalam keterangannya dikutip, Jumat (3/4/2026).
"Sejalan dengan itu, kami juga terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur,” tuturnya.
DSSA secara bertahap terus memperkuat portofolio EBT, khususnya pada sektor panas bumi dan tenaga surya, untuk menciptakan bauran energi yang lebih seimbang. Langkah ini menjadi strategis mengingat Indonesia memiliki sekitar 40 persen potensi panas bumi global, yang merupakan sumber baseload energi hijau paling andal dalam jangka panjang.
Komitmen ini diwujudkan melalui pengoperasian pabrik panel surya terintegrasi 1 GW di KEK Kendal serta pengembangan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti. Dengan total potensi mencapai 440 MW, perusahaan kini tengah mengakselerasi eksplorasi di enam wilayah strategis, mulai dari Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat, hingga Sumatera, Flores, dan Sulawesi Tengah.