Didukung BRI, KWT Mawar 8 Sulap Lahan Semak Belukar di Tangerang Jadi Kebun Hidroponik
Yuliana yang sehari-hari mengajar di sekolah kawasan Muara Karang, Jakarta Utara itu mengaku awalnya hanya ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang berguna bagi warga sekitar. Dari situ, dia mulai mencoba menanam kangkung, bayam, hingga kundur di lahan kosong tersebut.
Tak disangka, hasil panen saat itu cukup berhasil. Bahkan dia mengaku pernah memanen hingga ratusan kilogram buah kundur.
“Di situ kami sungguh bahagia banget,” ujarnya.
Yuliana mengatakan, KWT Mawar 8 terbentuk tanpa direncanakan pada awal 2025. Dia mengaku terpilih menjadi ketua karena ditunjuk langsung oleh para anggota KWT.
“Tiba-tiba saya tidak ada A, I, U, E, O, langsung dikasih stempel, 'Ibu jadi ketua,' kaget saya,” katanya.
Yuliana menuturkan, perjalanan KWT Mawar 8 tidak selalu mudah. Setelah mulai berkembang, organisasi yang dinaunginya mendapat bantuan fasilitas hidroponik. Namun, bantuan itu justru sempat membuatnya panik karena belum memahami cara pengelolaannya.