Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bangun Kampung Haji, Menag: RI jadi Negara Pertama yang Beli Properti di Mekkah dan Madinah
Advertisement . Scroll to see content

Dibayangi Resesi Global, Sektor Properti Indonesia Tetap Prospektif

Senin, 24 Oktober 2022 - 14:08:00 WIB
Dibayangi Resesi Global, Sektor Properti Indonesia Tetap Prospektif
Ilustrasi properti. (Foto: dok Dekoruma)
Advertisement . Scroll to see content

Imbas kebijakan itu akan mempengaruhi pasar seperti terindikasi dari indeks kepercayaan konsumen dan penurunan indeks manufaktur. Persoalan serupa juga bakal dirasakan sektor properti sebagai salah satu pilar perekonomian nasional.

Meski demikian, John menilai sektor properti tetap berpeluang mengalami pertumbuhan, karena dari segi investasi, properti masih menjadi aset yang baik di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Jika sektor properti bisa diselamatkan, saya yakin daya tahan ekonomi nasional menjadi lebih kuat,” ungkap John.

Dia juga merespon positif langkah Bank Indonesia  untuk melanjutkan kebijakan relaksasi rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit/pembiayaan properti maksimal 100 persen.

Awalnya insentif itu akan berakhir pada Desember 2022, namun Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 19-20 Oktober memutuskan untuk memperpanjang hingga akhir 2023.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut