Dhatu Rembulan dan UMKM Lokal Bagikan Kisah Hari Keluarga Sedunia bersama Shopee
JAKARTA, iNews.id - Hari Keluarga Sedunia yang jatuh pada 15 Mei 2025 setiap tahun menjadi momen pengingat betapa berartinya memiliki keluarga. Keluarga menjadi komunitas pertama yang dikenal seseorang dalam hidupnya. Keluarga juga jadi titik awal dari memahami arti menjaga, merawat dan menghargai.
Tidak hanya terhadap sesama, tetapi juga pada hal-hal kecil yang dimiliki. Nilai-nilai ini biasanya sudah tumbuh dari rumah, tertanam lewat kebiasaan yang dicontohkan para orang tua, seperti cara merapikan rumah, menyimpan barang dengan teratur, atau memperlakukan benda-benda agar tetap layak pakai.
Termasuk bagaimana mereka memanfaatkan teknologi untuk menunjang kebutuhan hidup modern. Dalam perjalanan ini, Shopee hadir bukan sekadar sebagai platform belanja, tetapi sebagai sahabat yang membantu menjaga dan merawat apa yang dicinta, melalui ragam pilihan produk lokal berkualitas.
Makna ini pun terwakili dalam sesi Webinar Shopee Hari Keluarga bertajuk "Menjaga yang Dicinta: Menemani Setiap Cerita", bersama dua sosok inspiratif, yaitu Riyanto Pratama, pemilik UMKM Permanence Your Clothes, dan Dhatu Rembulan, seorang Mom Influencer.
Momen ini menjadi ruang kolaborasi antara kebutuhan keluarga dan panggung bagi penjual lokal untuk menampilkan inovasi produk yang relevan sebagai solusi gaya hidup keluarga masa kini, dalam semangat merayakan Hari Keluarga Sedunia.
Lebih dari sekadar menjaga barang, kebiasaan merawat juga menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan. Pakaian yang mulai memudar tidak harus diganti. Sepatu yang kotor tak perlu langsung dibuang.
Dengan pendekatan yang tepat, semua bisa diberi kesempatan kedua untuk diperbaiki, dirawat, dan kembali berfungsi seperti sedia kala. Prinsip inilah yang menjadi lahirnya UMKM, Permanence Your Clothes (PYC) pada 2019.
Sejak kecil, Riyanto Pratama, sang pendiri, tumbuh dari keluarga sederhana yang mengajarkannya pentingnya merawat apa yang dimiliki. Nilai kehidupan yang tumbuh di lingkungan keluarganya itulah yang menjadi fondasi bisnisnya.
Apalagi Ryan, sapanya, merasakan beratnya membeli pakaian baru saat kuliah dan lebih memilih jasa pewarna keliling. Namun, upaya mengecat ulang celana dengan jasa pewarna keliling berakhir dengan kekecewaan karena warnanya masih cepat memudar.
“Awalnya ide itu hanya sebatas wacana belaka. Namun seiring kondisi yang mendesak akan pekerjaan dan pandemi, saat itulah saya kembali pada impian lama, yakni menciptakan produk yang dapat memperpanjang usia pakaian secara estetik dan fungsional," ujar Ryan.
Ia mulai riset dan bereksperimen sendiri. Gagal, jatuh bangun, tapi tidak menyerah. Usia bukan penghalang, di situ ia belajar mengenai membangun manajemen yang tertata, menjaga konsistensi, dan memahami pentingnya kepercayaan pelanggan. Kuncinya? Terus belajar, inovasi, dan ketangguhan.
"Adaptasi teknologi seperti memahami cara kerja platform digital Shopee, belajar lewat mentor, hingga feedback konsumen. Bagi saya, nilai diri ditentukan oleh usaha, bukan penilaian orang lain,” ucapnya.
Melalui Shopee, PYC mampu menjangkau lebih banyak pelanggan, memberdayakan komunitas lokal, serta mencatat pertumbuhan bisnis hingga 300 persen dalam dua tahun terakhir dan 5x peningkatan penjualan pada kampanye 12.12 Birthday Sale 2024.
Fitur interaktif seperti Shopee Affiliate dan Shopee Video menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar. Para affiliator kini berperan aktif dalam memasarkan produk PYC langsung kepada konsumen melalui konten edukatif dan cerita before-after yang autentik.
Strategi ini terbukti efektif, mendorong peningkatan pesanan kami yang datang dari Shopee Affiliate hingga 3x lipat dibandingkan sebelumnya.
Seluruh proses produksi dilakukan secara lokal di Cikarang, mulai dari warehouse, workshop, dan pengepakan. PYC tumbuh tak hanya sebagai solusi kreatif, tapi bisnis yang berdampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. “Karena satu pakaian yang diselamatkan bisa jadi awal dari perubahan besar," kata Ryan.
