Daftar Produk Israel yang Diboikot Dunia, Yuk Cari Tahu!
Berikut daftar produk Israel dan internasional yang diboikot dunia karena mendukung Israel, dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/11/2023).
Inilah Daftar Produk Israel yang Ada di Indonesia
HP adalah perusahaan Amerika yang mengembangkan dan menyediakan berbagai macam perangkat keras dan lunak. HP telah membantu Israel dalam mengawasi dan membatasi pergerakan warga Palestina dengan menyediakan teknologi untuk sistem ID biometrik.
Siemens adalah perusahaan Jerman yang bergerak di bidang manufaktur industri. Siemens berencana untuk menghubungkan jaringan listrik Israel dan Eropa.
Aksi Bela Palestina, Warga Sukabumi Serukan Boikot Produk Israel
Proyek ini akan melibatkan pembangunan infrastruktur di pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina.
Buah dan sayuran Israel sering dilabeli sebagai produk di Israel. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa buah dan sayuran tersebut berasal dari tanah Palestina yang dirampas.
SodaStream adalah perusahaan manufaktur asal Israel yang memproduksi mesin dan silinder untuk membuat soda. Perusahaan ini telah dituduh melakukan penganiayaan dan diskriminasi terhadap pekerja Palestina.
Ahava adalah merek kecantikan yang beroperasi di sejumlah negara. Menurut Gerakan BDS, perusahaan ini memiliki situs produksi, pusat kunjungan, dan toko utama di pemukiman ilegal Israel.
Sabra Dipping Company adalah perusahaan patungan yang memproduksi produk makanan. Perusahaan ini dimiliki bersama oleh PepsiCo dan Strauss Group, yang memberikan dukungan keuangan kepada tentara Israel.
AXA adalah perusahaan asuransi multinasional Prancis. Perusahaan ini berinvestasi di bank-bank Israel, yang disebut bercampur tangan di tanah Palestina.
PUMA adalah perusahaan sepatu dan perlengkapan olahraga yang menjadi sponsor internasional tunggal Asosiasi Sepak Bola Israel. Gerakan BDS mengkritik dukungan PUMA terhadap Asosiasi Sepak Bola Israel, karena dianggap mendukung pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional.
Nah, itulah daftar produk Israel yang diboikot dunia sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Editor: Komaruddin Bagja