Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Pasien Cuci Darah Tak Bisa Berobat Pakai BPJS, Menkes Bilang Begini!
Advertisement . Scroll to see content

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Tak Ada Data Peserta yang Bocor

Senin, 31 Mei 2021 - 17:18:00 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Tak Ada Data Peserta yang Bocor
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memastikan tidak ada kebocoran data peserta. Masalah kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia yang baru-baru ini ramai ditegaskan tidak terkait dengan data peserta BPJS Ketenagerkerjaan. 

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan, perusahaan telah melakukan pengecekan untuk memastikan data 279 juta itu apakah berkaitan dengan data yang dimiliki. Hasil pengecekan yang dilakukan tim BPJS Ketenagakerjaan tidak menemukan indikasi adanya kebocoran data. 

"Hingga hari ini, tim tidak menemukan indikasi kebocoran data itu bersumber dari BPJS Ketenagakerjaan," kata Pramudya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (31/5/2021). 

Dengan demikian, manajemen menjamin data peserta BPJS Ketenagakerjaan aman. Soal keamanan data peserta, dia mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan pengawasan atau kontrol terhadap kerahasiaan data peserta. Pramudya menuturkan, keamanan dan kerahasiaan data pekerja yang dikelola menjadi salah satu perhatian penting bagi BPJS Ketenagakerjaan. 

"Tentunya kami punya kepedulian (keamanan data), memiliki concern yang tinggi untuk berikan perlindungan pada data tersebut. Harapannya informasi ini bisa menenangkan peserta BPJS Ketenagakerjaan, terutama bahwa data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dengan isu yang terakhir itu tidak terkait dengan apa yang beredar saat ini," tuturnya.

Sementara itu, dugaan pembobolan data BPJS Kesehatan mendorong instansi atau lembaga lain yang menghimpun data kependudukan untuk tetap berhati-hati. Salah satu instansi tersebut yakni BPJS Ketenagakerjaan.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyebut, BPJS Ketenagakerjaan adalah institusi yang mengelola data publik, khususnya data pekerja dan keluarganya.

"Dengan adanya dugaan kebocoran data dari BPJS kesehatan dan adanya aplikasi bersama dengan BPJS ketenagakerjaan, tentunya BPJS ketenagakerjaan pun harus hati-hati dalam mengelola data. Jangan sampai data BPJS Ketenagakerjaan pun bisa dibobol," ujar Timboel kepada MNC Portal Indonesia. 

Dia mencatat, data di BPJS Ketenagakerjaan cukup terinci, dimana ada empat segmen kepesertaan di BPJS ketenagakerjaan yaitu peserta penerima upah, bukan penerima upah atau peserta mandiri, pekerja migran Indonesia, hingga pekerja jasa konstruksi.

Untuk tiga segmen pertama, data yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan mencakup data keluarga yang berhak mendapatkan manfaat. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan perlu meningkatkan kualitas perlindungan data yang dikelolanya di platform atau aplikasi yang dimiliki. Dengan begitu, tidak mudah untuk diretas.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut