Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mulai 1 April 2026, Barang Tak Diurus Kepabeanan Jadi Milik Negara
Advertisement . Scroll to see content

Bisnis Barang Tak Biasa Ini Nilainya Sentuh Rp9.245 Triliun, Apa Itu?

Senin, 21 Februari 2022 - 07:31:00 WIB
Bisnis Barang Tak Biasa Ini Nilainya Sentuh Rp9.245 Triliun, Apa Itu?
Di dalam gudang Liquidity Service seluas 130.000 kaki persegi di Garland, Texas, Amerika Serikat (AS) dipenuhi dengan barang dagangan yang tidak biasa. (foto: Ilustrasi/Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

"Jadi itu berubah menjadi bagian industri yang jauh lebih besar daripada yang pernah kita lihat sebelumnya,” ucap Lapinsky.

Pada 2021, terdapat rekor 16,6 persen dari semua barang dagangan yang terjual dikembalikan, atau naik dari 10,6 persen pada 2020, menurut Federasi Ritel Nasional. Untuk pembelian online, tingkat pengembalian rata-rata bahkan lebih tinggi, yaitu 20,8 persen, naik dari 18 persen pada tahun 2020. 

Menurut perusahaan solusi pengembalian Optoro, memproses pengembalian dapat membebani pengecer hingga 66 persen dari harga asli barang.

Tak hanya itu, terdapat juga biaya lingkungan yang besar terkait pengembalian barang. Pengembalian yang tidak dilikuidasi sering dihancurkan dengan dibakar atau dikirim ke tempat pembuangan sampah. Optoro memperkirakan pengembalian AS menghasilkan sekitar 16 juta metrik ton emisi karbon dan menghasilkan hingga 5,8 miliar pon limbah TPA setiap tahun.

Setahun setelah diluncurkan pada 2000, Liquidation.com melakukan penjualan besar pertamanya, yaitu kapal laut senilai 200.000 dolar AS untuk negara bagian Georgia. Pada tahun 2006, perusahaan tersebut go public dengan nama baru Liquidity Service. Sahamnya mencapai puncaknya pada tahun 2012, cenderung menurun selama tujuh tahun ke depan, kemudian melihat kebangkitan selama pandemi Covid.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut