Bersaing, ConocoPhillips dan Pertamina Minat Garap Blok Corridor
“Pertamina sudah minta izin untuk membuka data juga,” ujarnya
Sementara itu, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Ediar Usman mengatakan, data yang bisa diakses Pertamina itu terdiri dari data geofisika, infrastruktur, serta data lain yang relevan dengan Blok Corridor. Permintaan data migas memang harus melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 29/ 2017 tentang Perizinan Pada Kegiatan Usaha Migas. Nanti Pertamina tinggal berkoordinasi dengan ConocoPhilips sebagai operator Blok Corridor untuk permintaan data yang diinginkan. Sementara terkait proposal, katanya, saat ini ConocoPhillips belum bisa mengirimkan proposal perpanjangan karena masih menghitung keekonomian.
“Sudah mengajukan minat. Mereka sedang mempersiapkan proposal, masih minta waktu mempersiapkan keekonomian untuk program yang bagus,” kata Ediar.
ConocoPhilips mulai mengelola blok tersebut sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources. Kontrak Blok Corridor berakhir 19 Desember 2023. Di blok tersebut, ConocoPhilips memiliki hak kelola 54 persen dan me jadi operator. Selain itu, ada porsi Pertamina sebesar 10 persen dan Repsol Energy 36 persen. (Nanang Wijayanto)
Editor: Rahmat Fiansyah