Berapa Bunga Utang Kereta Cepat per Tahun? Ternyata Segini yang Harus Dibayar
Adapun, bunga utang proyek Kereta Cepat Whoosh dari China Development Bank (CDB) sebesar 2 persen per tahun. Utang proyek Whoosh menggunakan skema bunga tetap (fixed) selama 40 tahun pertama.
Namun, utang tersebut belum termasuk tambahan penarikan pinjaman baru oleh KCIC imbas pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar AS, dengan bunga tambahan yang lebih tinggi di atas 3 persen per tahun.
Namun, selain ditopang dari pinjaman CBD, pembiayaan proyek Kereta Cepat Whoosh juga menggunakan penyertaan modal pemerintah melalui APBN, serta kontribusi ekuitas konsorsium BUMN Indonesia dan perusahaan China sesuai porsi saham masing-masing di KCIC.
Adapun, Kereta Cepat Whoosh juga masih mencatatkan kerugian. Hingga semester I 2025, kerugian mencapai Rp1,6 triliun, meski secara tahunan turun. Namun, kerugian tersebut menjadi beban bagi PT KAI selaku induk konsorsium PSBI.
Sementara itu, tingkat keterisian penumpang (okupansi) harian kereta cepat masih di bawah level moderat, sekitar 60 persenan. Agar beban utang berkurang, Whoosh harus mulai membukukan keuntungan bersih.
Demikian ulasan berapa bunga utang kereta cepat per tahun yang tengah menjadi sorotan belakangan ini.
Editor: Aditya Pratama