Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Beberkan Tugas Juda Agung usai Resmi Jadi Wamenkeu, Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

BEI Tetapkan RKAT 2024, Targetkan RNTH Rp12,25 Triliun

Kamis, 26 Oktober 2023 - 14:42:00 WIB
BEI Tetapkan RKAT 2024, Targetkan RNTH Rp12,25 Triliun
Direktur Utama BEI, Iman Rachman. (Foto: YouTube Indonesia Stock Exchange)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Kamis (26/10/2023). Pemegang saham menyepakati Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2024.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan, pihaknya optimistis rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) bisa menembus Rp12,25 triliun. Adapun, jumlah penerbitan efek tahun depan ditargetkan mencapai 230 efek.

"Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui pelaksanaan kegiatan sosialisasi untuk perusahaan tercatat dan calon perusahaan tercatat," ujar Iman dalam Konferensi Pers RUPSLB, Kamis (26/10/2023).

Dari sisi penerbitkan efek, BEI menargetkan secara menyeluruh ke semua instrumen meliputi Exchange-Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), Efek Beragun Aset (EBA), Efek Beragun Aset Syariah (EBA-S), Efek Beragun Aset–Surat Partisipasi (EBA-SP), Efek Beragun Aset–Surat Partisipasi Syariah (EBA-SP Syariah) serta Waran Terstruktur.

"Jadi memang fokus kita ke semua instrumen, sebanyak 230 efek pada 2024," ucap Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

Sebagai catatan, dalam RKAT 2024, BEI berfokus pada tema pengembangan yang telah ditetapkan pada Master Plan BEI 2021–2025. Mengambil tema “Menjadi entitas yang kompetitif dan dapat diandalkan dengan kredibilitas berkelas dunia", bursa masih fokus dalam tiga hal.

Ketiganya adalah pendalaman pasar (market deepening), perlindungan investor (investor protection), dan konektivitas dan sinergi regional (regional synergy and connectivity). Bursa juga bakal secara aktif menarik perusahaan tercatat baru dari sektor New Economy, Start-Up, dan Renewable Energy.

"Penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2024, masih tetap cautiously optimistic dengan memperhatikan aktivitas perdagangan pada tahun 2023, serta kondisi perekonomian global pada tahun mendatang," tulis BEI dalam keterangannya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut