Begini Strategi BRI Bikin Pengusaha Ultra Mikro Naik Kelas
Dia mengatakan, pada 2018 saja, ada sekira 45 juta nasabah ultra mikro yang membutuhkan pendanaan tambahan. Dari jumlah tersebut, baru 15 juta nasabah yang dapat dilayani oleh lembaga keuangan formal seperti bank, jasa gadai, pinjaman kelompok, BPR, dan industri tekfin (teknologi finansial).
Sementara, 12 juta nasabah lainnya dilayani oleh rentenir dan kerabat atau keluarga mereka. Adapun sisanya yang 18 juta nasabah lagi belum mendapatkan akses pendanaan sama sekali.
“Potensi ultra mikro yang sangat besar ini dapat memperkuat core competence (kompetensi utama) BRI di segmen mikro dan kecil,” tutur Aestika.
Pada 13 September lalu, BRI resmi menjadi induk holding BUMN Ultra Mikro. Holding tersebut melibatkan tiga entitas BUMN yakni BRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.
Lewat sinergi ketiga BUMN itu, diharapkan ada tiga tahap perjalanan terintegrasi bagi usaha segmen ultra mikro untuk terus tumbuh dan berkembang. Tahap pertama yaitu empower atau pemberdayaan. Pada tahap ini, PNM akan memberdayakan usaha kelompok masyarakat prasejahtera agar dapat menjadi wirausaha yang mandiri.