Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Proyek Hilirisasi Batu Bara DME Groundbreaking 6 Februari 2026
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Geram Kebijakan Hilirisasi RI Dikritik IMF Cs: Tidak Ingin Negara Ini Maju

Jumat, 21 Juli 2023 - 19:23:00 WIB
Bahlil Geram Kebijakan Hilirisasi RI Dikritik IMF Cs: Tidak Ingin Negara Ini Maju
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia masih geram kepada beberapa lembaga asing termasuk IMF yang ikut campur mengenai kebijakan hilirisasi Indonesia. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia masih geram kepada beberapa lembaga asing termasuk Dana Moneter Internasional (IMF) yang ikut campur mengenai kebijakan hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan Pemerintah Indonesia

Menurutnya, hilirisasi di Tanah Air saat ini tengah didorong secara masif, sehingga dia menilai lembaga-lembaga asing yang turut campur tidak ingin Indonesia menjadi negara maju.

"Beberapa lembaga negara merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk secara bertahap melakukan peninjauan kembali terhadap larangan ekspor komoditas dan jangan diperluas, jadi lembaga-lembaga ini tidak ingin negara ini maju," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2023 di Jakarta, Jumat (21/7/2023).

Bahlil menambahkan, seandainya hilirisasi tidak ada manfaatnya untuk Indonesia, pasti lembaga-lembaga asing tersebut tidak akan memberikan rekomendasi-rekomendasi semacam itu. 

"Jadi ini mereka membuat antitesa," katanya.

Meski demikian, Bahlil menuturkan pihaknya akan terus mendorong untuk memberikan insentif yang lebih baik lagi untuk para investor. Sebab, berdasarkan hasil kunjungannya ke China, Bahlil mengatakan bahwa cara agar sebuah negara bisa menjadi maju adalah dengan industrialisasi melalui hilirisasi.

"Saya melihat tidak ada cara lain memang negara-negara maju itu harus melakukan proses industrialisasi lewat hilirisasi," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut