Astra International Bukukan Laba Bersih Rp15,85 Triliun di Semester I 2024
Kemudian, laba bersih divisi jasa keuangan ASII meningkat 8 persen menjadi Rp4,1 triliun pada semester I 2024 dibandingkan dengan semester pertama 2023, yang disebabkan peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan portofolio pembiayaan yang meningkat.
Divisi agribisnis mencatatkan kenaikan 36 persen menjadi Rp399 miliar, terutama disebabkan peningkatan harga minyak kelapa sawit (CPO), serta peningkatan volume penjualan CPO dan produk turunannya.
Sedangkan, divisi infrastruktur dan logistik melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 24 persen menjadi Rp620 miliar, yang disebabkan oleh peningkatan kinerja bisnis logistik dan jalan tol.
Lalu, divisi teknologi informasi, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) yang 76,9 persen sahamnya dimiliki perseroan, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 24 persen menjadi Rp63 miliar. Divisi properti ASII melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 38 persen menjadi Rp94 miliar.
“Kinerja grup pada semester pertama tahun 2024 turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terutama merefleksikan penurunan kinerja dari bisnis alat berat dan pertambangan akibat harga batu bara yang lebih rendah,” kata dia.