AP II Siapkan Rp303 Miliar untuk Dorong Sultan Thaha Jambi Jadi Bandara Internasional
Sementara itu, lanjut Awaluddin, pengembangan di sisi udara mencakup perpanjangan landasan atau runway dari 2.220x45 meter menjadi 2.600x45 meter dan perluasan apron dari 38.000 meter persegi menjadi 46.500 meter persegi.
"Perpanjangan runway supaya kapasitas maximum take off weight (MTOW) dapat meningkat, lalu perluasan apron agar parking stand pesawat mampu mengakomodasi 13 unit pesawat dari saat ini 10 unit," ungkap Awaluddin.
Pengembangan lain yang dilakukan AP II II juga mencakup fasilitas publik seperti parkir kendaraan bermotor menjadi 30.000 meter persegi untuk menambah kapasitas parkir 403 unit mobil dan 350 unit sepeda motor.
Awaluddin mengatakan berbagai pengembangan mulai dari sisi udara, sisi darat, dan fasilitas publik itu bertujuan mendorong Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.
"Dari Jambi ada sejumlah rute penerbangan internasional yang berpotensi misalnya Singapura, Malaysia, Arab Saudi, dan China," tuturnya.
AP II dan Pemerintah Kota Jambi pada awal tahun ini juga telah membahas mengenai kemungkinan Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.
Saat ini, di Bandara Sultan Thaha beroperasi sebanyak enam maskapai yaitu Lion Air, Garuda Indonesia, Wings Air, Citilink, Sriwijaya Air, Batik Air dan Susi Air yang melayani penerbangan dari dan ke 10 destinasi domestik.
Editor: Rahmat Fiansyah