Angela Tanoesoedibjo hingga Bambang Brodjonegoro Hadir di Wealth Talks CIMB Niaga, Bahas Kondisi Ekonomi Global
"Jadi tidak ada sesuatu prospek kerah yang bisa membuat pertumbuhan ekonomi global misalkan meningkat menjadi 3,5 atau menuju 4 persen. Sebaliknya tertahan semua di sekitar 3 persen, karena utamanya di negara-negara maju, negara maju itu baik Amerika, Jepang, Korea maupun di Eropa Barat, tidak terlihat ada potensi pertumbuhan yang cukup menjanjikan," katanya.
Semua efek kondisi global tersebut, kata Bambang, akan berimbas pada domestik. Meskipun daya beli didorong oleh Pemilu dan Pilkada pada tahun lalu, tahun ini sepertinya hanya akan mempertahankan pertumbuhan 5 persen atau lebih.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi yang juga hadir menambahkan bahwa ekonomi global yang melambat akan membuat pasar volatil.
"Dari sisi Indonesia sendiri, indikator makro ekonominya relatif stabil dengan GDP bertahan di 5 persen dan akan lebih soft karena government spending," kata Lilis.
Editor: Puti Aini Yasmin