19 Anak Muda Indonesia yang Masuk Forbes 30 Under 30, Siapa Saja?
Pada 2022, Kipin memenangkan Octava Social Innovation Challenge, yang mencari solusi edtech yang inovatif dan terjangkau. Dia sebelumnya bekerja di Boston Consulting Group dan Tokopedia setelah lulus dari Yale University. Dia juga seorang penulis buku anak-anak.
Silvano adalah CEO Dapur Cokelat. Bergabung pada 2019, ketika perusahaan sedang merugi, dia mendapatkan keuntungan kembali setahun kemudian, terlepas dari pandemi, dengan memanfaatkan saluran online dan menambahkan outlet pengiriman lebih dekat ke pelanggan.
Dia juga memprakarsai usaha kedua Dapur Cokelat, Chill'n Box, untuk melayani pasar yang lebih muda. Sebelum bergabung dengan Dapur Cokelat, Silvano bekerja di e-commerce unicorn Blibli sebagai business development strategist.
Benita dan Janice adalah saudara kembar, cofounder Maquinn. Mereka menciptakan merek fesyen Indonesia Maquin pada 2017, dengan memadukan batik tradisional Indonesia dengan gaya Eropa, seperti detail bordir, bulu, payet, dan batu permata.
Keluarga Setyawan belajar kedokteran gigi tetapi ingin mengejar passion mereka dan beralih belajar fesyen di luar negeri. Janice mengambil kursus merancang dan membuat setelan jas di London Savile Row, sedangkan Benita belajar di London Embroidery School sebelum keduanya bersekolah di Instituto di Moda Burgo Milano di Italia.
Tiffany adalah salah satu pendiri merek kosmetik dan perawatan kulit Rosé All Day yang berbasis di Jakarta. Dari satu lipstik yang diluncurkan pada 2017, merek tersebut kini memiliki 77 produk kosmetik berwarna dan produk perawatan kulit yang dijual melalui situs webnya, pasar online seperti Shopee dan Tokopedia, serta gerai ritel.
Sejak awal, dia telah terlibat dalam pengembangan dan pemasaran produk, bekerja sama dengan artis lokal, beauty influencer, dan brand lainnya. Perusahaan ini didukung oleh AC Ventures dan GIA Ventures.
Clara dan Claudia adalah cofounder Little Joy. Mereka bersama-sama mendirikan Little Joy Indonesia pada Desember 2021, sebuah perusahaan yang bercita-cita mengatasi stunting tingkat tinggi di kalangan anak-anak Indonesia dan memastikan tumbuh kembang yang sehat dalam 1.000 hari pertama bayi.
Perusahaan menjual bubuk suplemen makanan yang dapat dicampur dengan makanan untuk menambah kandungan gizi. Harga produk juga ditargetkan untuk keluarga berpenghasilan rendah dan menengah. Little Joy juga menawarkan produk untuk ibu hamil dan menyusui.
Clinton dan Sally adalah cofounder Muscle First. Mereka membangun Muscle First pada 2017 setelah bertahun-tahun menjual bubuk protein impor. Produk yang ditawarkannya pun lebih terjangkau dan rasa yang sesuai dengan selera orang Indonesia.