Menurut ulasan dari Nutrients, daging olahan merupakan faktor risiko utama kanker kolorektal. Kemudian, ulasan dalam health line, peneliti menetapkan konsumsi tinggi daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.
2. Makanan yang Digoreng
Makanan bertepung digoreng sangat tinggi akrilamida. Ini termasuk produk kentang, seperti kentang goreng dan keripik kentang. Menurut ulasan pada 2018, terdapat kandungan akrilamida ditemukan bersifat karsinogenik dalam penelitian dilakukan pada tikus. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menganggapnya mungkin karsinogenik bagi manusia. Bahkan, pada studi 2020, akrilamida dapat merusak DNA dan menginduksi apoptosis, atau kematian sel
3. Alkohol
Menurut ulasan pada 2017, asetaldehida meningkatkan kerusakan DNA dan stres oksidatif. Alkohol dapat mengganggu fungsi kekebalan, sehingga sulit bagi tubuh untuk menargetkan sel-sel prakanker dan kanker. Menurut studi 2015, pada wanita, alkohol dapatmeningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terkait dengan risiko lebih tinggi untuk kanker payudara reseptor estrogen-positif.
4. Gula
Bagi yang hobi mengonsumsi manis perlu berhati-hati. Tidak mengonsumsi gula akan memperlambat tumbuhnya sel kanker. Selain itu, makanan dan minuman manis dapat menyebabkan penambahan berat badan, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
5. Makanan yang Dibakar
Memanggang atau membakar daging bisa menyebabkan kanker, terutama bila dilakukan di atas api tinggi dan dalam waktu lama. Pasalnya, pembakaran daging ini memicu terbentuknya senyawa heterocyclic amine (HCA) dan policyclic aromatic hydrocarbon (PAH), tergolong sebagai zat karsinogen.
Adapun zat karsinogen dalam makanan dapat menjadi penyebab berkembangnya sel kanker, termasuk payudara. HCA dan PAH adalah dua senyawa bersifat mutagenik, yaitu bisa menyebabkan perubahan DNA, yang dapat meningkatkan risiko kanker.