"Plastik ini tidak bisa dipakai. Kenapa jadi warna hitam, karena untuk menutupi warna aslinya yang tidak jernih. Ini semua sampah plastik dijadiin satu dan didaur ulang jadi kresek hitam. Jadi jangan digunakan lagi. Pilihannya adalah menggunakan kemasan yang fungsinya untuk makanan dan miuman. Plastik hitam fungsinya untuk tempat sampah," ungkap DR. Emil.
DR. Emil menambahkan, masyarakat harus bijak menggunakan wadah plastik. Salah satunya dengan tiga cara, yaitu memilih material plastik yang tidak berbahaya bagi kesehatan dan ramah lingkungan, desain kemasan plastik yang limbahnya paling sedikit, dan menjadi konsumen yang cerdas,” katanya.
Sementara itu, Vice Chief Production Officer Technoplast, Hartadi Alamsyah mengatakan, memilih wadah plastik yang memenuhi standar adalah harus menganut beragam standarisasi nasional dan internasional.
Menurutnya, dalam pemilihan produk, pihaknya melihat tiga kategori, yaitu end user profile, formula dan compliance. End user profile ialah upaya memahami keinginan publik melalui jenis umur, fungsional, nilai estetika, dan perilaku konsumen itu sendiri. Formula ialah prosedur yang diterapkan dalam memproduksi sebuah produk, berdasarkan chemical quality, performance dan processability.
"Terakhir, kami memproduksi sebuah produk berdasarkan sifat compliance, yaitu product safety, food contact, environment, dan specific requirement," tutur Hartadi Alamsyah.