Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Belitung, Sahani Saleh dan Isyak Meirobie, mereka kemudian memesan seporsi nasi gemuk lengkap dengan lauk pauk, seperti telur dadar, tempe goreng, kacang tanah lengkap dengan sambal terasi dan lalapan.
Nasi gemuk yang merupakan olahan nasi bersantan itu menurutnya memiliki potensi besar sebagai pelengkap wisata di Kepulauan Bangka Belitung. Sebab, bukan hanya sebatas makanan khas lokal, nasi gemuk asal Kepulauan Bangka Belitung menurutnya, sangat enak dan menyehatkan.
"Warung ini sudah berdiri sejak empat generasi. Saya sudah mencoba semua makanannya, luar biasa enak, dari nasi gemuk dan kopinya," kata Sandi sumringah.
"Ini nasi gemuk yang nggak bikin gemuk," katanya disambut ramai.
Usai sarapan dan menikmati segelas kopi khas Belitong, Sandi mengungkapkan maksud kedatangannya untuk melihat langsung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Layang.
Lewat kesiapan infrastruktur serta kesiapan pelaku usaha lokal dengan penerapan protokol kesehatan ketat, yakni CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability), dirinya meyakini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kepulauan Bangka Belitung dapat segera bangkit.