Lebih lanjut, Luciana menjelaskan, pada anak di bawah lima tahun, pencegahan anemia dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang, terutama dari sumber protein hewani yang kaya zat besi.
Kata dr Luciana, kekurangan zat besi bisa juga terjadi karena sebagian besar zat besi tidak terserap dengan optimal di tubuh anak. Dibutuhkan kombinasi antara zat besi dan Vitamin C yang mampu memaksimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuh, untuk pencegahan anemia.
"Untuk itu, dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian si kecil, bisa juga dipertimbangkan untuk memberikan sumber nutrisi yang difortifikasi, seperti susu terfortifikasi dengan zat besi dan vitamin C agar si kecil bisa tumbuh maksimal,” katanya.
Dampak Psikologis
Anna Surti Ariani, Psikolog Klinis Anak dan Keluarga mengatakan, orang tua perlu memahami anemia tidak hanya berdampak negatif secara fisik, namun juga terhadap kondisi psikologis anak. Dalam jangka pendek, secara kognitif anak cenderung kurang konsentrasi, tidak mudah menangkap dan mengingat, serta emosinya ajuga cenderung lebih negatif, lebih mudah sedih/marah dan rentan stres.
Menurutnya, jika kondisi anemia pada anak tidak segera ditangani, dalam jangka panjang, tumbuh kembangnya dapat terhambat, prestasinya cenderung rendah, dan tak optimal karena mengalami kesulitan dalam belajar.