Jangan Sepelekan Asupan Nutrisi pada Anak, Dampaknya Bisa Stunting

Vien Dimyati
Penting memenuhi nutrisi anak (Foto: The Indian Express)

JAKARTA, iNews.id - Memberikan asupan nutrisi yang tepat untuk anak menjadi hal penting. Sebab, pemberian asupan nutrisi yang tepat dapat mencegah gangguan pertumbuhan anak atau stunting.

Dokter spesialis anak konsultan endokrinologi anak, Prof. dr. Madarina Julia mengatakan, perawakan pendek merupakan salah satu keluhan gangguan pertumbuhan  yang sering menjadi alasan seorang anak untuk dibawa ke dokter spesialis anak. 

"Orang tua cemas, mengira anaknya menderita stunting. Tidak banyak yang menjelaskan stunting hanyalah salah satu dari berbagai penyebab perawakan pendek," ujar Prof. Madarina Julia melalui keterangannya belum lama ini.

Dia menjelaskan, menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang mengalami asupan nutrisi yang buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat.

"Kita takut kepada stunting karena beberapa penelitian di beberapa negara menunjukkan stunting adalah suatu kondisi yang akan sangat mengganggu perkembangan anak, terutama perkembangan kognisi," ujarnya.

Bahkan, UNICEF mengatakan, stunting akan membuat seseorang mempunyai prestasi pendidikan yang lebih buruk, lebih cenderung putus sekolah atau tidak mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maupun penghasilan/ pendapatan yang lebih rendah sebagai seorang dewasa.  

"Stunting berkaitan dengan asupan nutrisi yang buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat, anak stunting tentu mempunyai riwayat gizi dan riwayat kesehatan yang kurang baik. Selain itu, anak stunting juga sangat mungkin mengalami gangguan perkembangan," kata Prof Madarina.

Dia menambahkan, untuk mendiagnosis stunting, selain tinggi badan yang pendek, anak stunting juga kurus dan mempunyai masalah perkembangan. Untuk dapat mendeteksi dini masalah ini, selain harus dipantau panjang atau tinggi badannya, setiap anak juga harus rutin ditimbang berat badannya, diukur lingkar kepalanya dan dinilai perkembangannya.  

Stunting harus dapat dideteksi dan mendapatkan penanganan dini sehingga perkembangan otak pada 1.000 hari pertama kehidupan tidak terganggu. 

Namun, lanjut Prof Madarina, kesalahan penanganan stunting, seperti memberikan tambahan susu atau makanan tinggi kalori kepada anak yang tidak memerlukan, bisa sangat merugikan. Anak akan menjadi individu obes yang berisiko mengalami diabetes mellitus dan berbagai penyakit tidak menular di kemudian hari. 

“Upaya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala penting untuk diterapkan oleh semua orang tua. Kemajuan teknologi telah memungkinkan orang tua untuk bisa memantau tumbuh kembang anak melalui aplikasi tumbuh kembang," katanya.

"Deteksi dini stunting maupun perawakan pendek lainnya sangat penting. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, tumbuh kembang anak dapat kembali optimal,” ujarnya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jam Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan Usus dan Berat Badan, Kok Bisa?

57 tahun lalu

Nutrisi yang Tepat Bisa Tingkatkan Survival Pasien Kanker, Ini Kata Dokter

57 tahun lalu

Konsumsi Gula Berlebih Bikin Kasus Gagal Ginjal Meroket di Indonesia, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Ada Label Nutri Level di Kemasan Minuman Manis, Cek Arti Warnanya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal