"Kami merasa bisa juga berpartisipasi di gerakan ini, karena kami juga punya klien-klien dan partner yang masih menggunakan plastik," ujar Nikki
"Jadi, kami berperan untuk meng-encourage partner-partner untuk melakukan hal yang sama. Supaya dapat lebih luas lagi, supaya impact-nya, tanggung jawabnya untuk kelompok dan masyarakat lebih luas lagi," ujarnya.
Alat Daur Baur nantinya akan ada di setiap outlet kelima brand kopi tersebut. Ke depannya, alat-alat tersebut akan hadir di setiap halte bus, stasiun kereta, hingga perkantoran. Tapi untuk tahap awal, Nikki mengatakan ingin mengedukasi masyarakat mengenai alat tersebut agar tidak disalahgunakan.
"Harapannya ke depannya bukan cuma lima brand ini, karena ini kami baru mulai. Kami berharap dari lima menjadi sepuluh, jadi lima puluh, jadi seratus. Dan banyak coffee shop yang melakukan hal yang sama," tuturnya.
"Harapannya lebih luas lagi. Jadi supaya masyarakat juga lebih sadar terhadap iklan dan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat," pungkas Nikki.
Dari hasil daur ulang tersebut, sudah menghasilkan meja-meja untuk showcase di coffe shop, jam tangan, gelas, dan masih banyak lagi. Namun, untuk saat ini hasil daur ulang sampah plastik tersebut belum diperjualbelikan.