Seorang teman yang ikut menyantap kepiting beracun itu juga dilaporkan meninggal.
Kepiting yang dimakan Emma diketahui sebagai Zosimus aeneus, atau yang populer disebut kepiting setan. Spesies ini hidup di terumbu karang Indo-Pasifik dan dikenal memiliki kandungan racun mematikan seperti tetrodotoksin dan saxitoksin.
Para ahli biologi kelautan menyebut, racun pada kepiting ini tidak hilang meski sudah dimasak dalam suhu tinggi. Dalam kasus berat, racunnya dapat melumpuhkan otot, menghentikan pernapasan, dan menyebabkan kematian hanya dalam hitungan jam.
Pejabat desa setempat yang mendatangi rumah Emma di Puerto Princesa, Filipina, menemukan sisa cangkang kepiting berwarna cerah di tempat sampah. Warna mencolok itu sebenarnya menjadi penanda alami bahaya.
"Ini sungguh menyedihkan karena seharusnya mereka sudah tahu kepiting ini berbahaya," kata Kepala Desa Luzviminda, Laddy Gemang, seperti dikutip ABS-CBN.