Radikal bebas berkontribusi pada proses penuaan dan perkembangan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa antioksidan dalam madu yang disebut polifenol dapat berperan dalam mencegah penyakit jantung.
2. Meredakan sakit tenggorokan
Madu adalah obat sakit tenggorokan. Tambahkan ke teh panas dengan lemon saat virus flu menyerang. Madu bekerja sebagai pereda batuk. Penelitian menunjukkan, madu sama efektifnya dengan dekstrometorfan, bahan umum dalam obat batuk yang dijual bebas.
3. Sifat antibakteri dan anti jamur
Madu dapat membunuh bakteri dan jamur yang merugikan. Madu secara alami mengandung hidrogen peroksida, antiseptik. Dibandingkan obat tradisional lain, madu lebih baik dan sangat efektif sebagai antibakteri atau antijamur
4. Menyembuhkan luka
Madu digunakan dalam medis untuk mengobati luka, karena terbukti menjadi pembunuh kuman yang efektif dan juga membantu regenerasi jaringan. Studi menunjukkan, madu dapat mempercepat waktu penyembuhan dan mengurangi infeksi.
5. Bantuan untuk masalah pencernaan
Madu juga digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti diare, meskipun tidak banyak penelitian yang menunjukkan keberhasilan. Namun, madu terbukti efektif sebagai pengobatan untuk bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), penyebab umum tukak lambung. Ini juga merupakan prebiotik yang kuat, artinya memelihara bakteri baik yang hidup di usus, yang sangat penting tidak hanya untuk pencernaan tetapi juga kesehatan secara keseluruhan.
6. Pembangkit tenaga fitonutrien
Fitonutrien adalah senyawa yang ditemukan dalam tanaman yang membantu melindungi tanaman dari bahaya. Misalnya, beberapa menjauhkan serangga atau melindungi tanaman dari radiasi ultraviolet. Begitu juga Fitonutrien dalam madu bertanggung jawab atas sifat antioksidan, anti bakteri dan anti jamur, dan anti kanker.