Tidak berlangsung lama, teman mereka yang sakit pun sudah menunjukkan keadaan membaik sehingga kegiatan dilanjutkan dengan rapat acara satu Muharram.
Kemudian, mereka berkunjung ke Sekolah Dasar (SD) untuk melakukan Program Kerja (Proker). Sekelompok KKN tersebut tampak berkunjung ke pondok pesantren dan mengadakan lomba satu Muharram.
Namun, setelah kegiatan tersebut, lagi-lagi mereka harus kekurangan anggota untuk menjadi petugas upacara, lantaran salah satu anggota dari mereka kembali jatuh sakit.
“Akhirnya kami harus terbiasa proker tanpa teman kami terlebih dahulu, dengan harapan dia bisa sembuh dan kembali beraktivitas,” kata salah satu mahasiswa.
Seiring berjalannya waktu, teman mereka yang sakit terlihat sudah membaik, dan mengatakan ingin sekali mengajar anak SD di daerah tersebut. Tanpa disadari dirinya mengajar untuk pertama dan terakhir.