Namun, respons wisatawan China setelah botol itu dikembalikan justru membuat seorang turis Australia yang berada di lokasi merasa kesal. Menurut Gordianus, wisatawan itu terlihat tidak menunjukkan kepedulian terhadap sampah yang baru saja diambil dari jurang.
"Turis Australia itu kemudian mengambil botol dari tangan saya, mengejar wisatawan China tersebut, lalu menyiramnya dengan air yang ada di dalam botol," ujarnya.
Aksi spontan tersebut pun menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial. Banyak warganet menilai tindakan turis Australia dipicu rasa geram terhadap perilaku membuang sampah sembarangan di kawasan konservasi, meski tidak sedikit pula yang menilai cara tersebut tetap tidak dapat dibenarkan.
Gordianus menegaskan bahwa setiap wisatawan yang akan mendaki Pulau Padar selalu mendapatkan pengarahan mengenai aturan yang berlaku, terutama terkait larangan membuang sampah sembarangan demi menjaga kelestarian Taman Nasional Komodo.
"Setiap turis itu belum tentu mematuhi regulasi setempat, meskipun sudah diberi pengarahan," kata Gordianus.
Pulau Padar merupakan salah satu destinasi favorit di Taman Nasional Komodo yang terkenal dengan panorama perbukitan dan tiga teluk berwarna berbeda. Kawasan ini memiliki aturan ketat terkait kebersihan karena merupakan area konservasi yang dilindungi.