JAKARTA, iNews.id - Industri fesyen sedang mengalami pertumbuhan yang pesat dan memberikan kontribusi signifikan pada ekonomi. Namun, perlu diakui industri ini juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk emisi karbon dan pencemaran lingkungan.
Menurut PBB, industri mode menempati peringkat kedua sebagai industri yang paling berpolusi, dengan menyumbang 8 persen dari total emisi karbon dan 20 persen dari total air limbah global.
Untuk mengatasi dampak negatif ini, berbagai upaya telah dimulai sebagai bentuk penebusan atas dampak buruk industri fesyen terhadap lingkungan. Salah satunya adalah menerapkan sustainable fashion.
Sustainable fashion adalah ide yang mencerminkan kasih sayang terhadap lingkungan, yang tidak hanya diterapkan dalam gaya hidup berkelanjutan, tetapi juga dalam pemilihan pakaian. Tujuan dari konsep ini adalah untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan proses produksi pakaian.
Di Indonesia, semakin banyak desainer dan label yang mengadopsi sustainable fashion sebagai prinsip dalam proses kreatif dan bisnis mereka. Bahkan, gelaran fashion di Indonesia juga semakin sering mengusung tema ramah lingkungan.