HANOI, iNews.id - Heboh di Vietnam selatan, terdapat komunitas Muslim yang menjalankan puasa Ramadan dengan cara berbeda dari mayoritas umat Islam di dunia. Komunitas Cham Bani di wilayah tersebut tidak mewajibkan seluruh anggotanya berpuasa secara penuh, namun diwakilkan kepada para pemuka agama.
Bagi umat Muslim secara umum, Ramadan identik dengan puasa sebulan penuh, salat tarawih, serta tradisi berbuka bersama. Namun dalam tradisi Cham Bani, bulan puasa dikenal dengan istilah Ramawan yang memiliki karakteristik tersendiri.
Dikutip dari artikel ilmiah berjudul “Praxis and Policy: Discourse on Cham Bani Religious Identity in Vietnam”, Ramawan secara historis berkaitan dengan Ramadan dalam Islam. Meski demikian, praktik yang dijalankan komunitas ini berkembang sesuai dengan sejarah dan budaya lokal setempat.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada kewajiban puasa. Dalam Islam Sunni, puasa Ramadan diwajibkan bagi setiap individu Muslim yang memenuhi syarat. Namun dalam tradisi Cham Bani, puasa secara ketat justru dijalankan oleh para pemuka agama sebagai representasi komunitas.
Para imam menjalankan disiplin ritual secara khusus selama periode Ramawan. Sementara itu, masyarakat umum tidak selalu melaksanakan puasa harian penuh sebagaimana di negara lain.
Model ini menempatkan ibadah puasa sebagai tanggung jawab kolektif. Artinya, kewajiban tersebut secara formal diemban oleh figur religius yang mewakili umat secara simbolik.
Selama Ramadan berlangsung, para imam tinggal atau beraktivitas intensif di masjid. Mereka berdoa, pembacaan teks keagamaan, serta rangkaian ritual khusus yang menjadi inti perayaan spiritual tersebut.