Unik, Hanya Ada di Indonesia Rumah-Rumah di Desa Ini Kokoh karena Kotoran Sapi

Melati Pratiwi
Suku Sasak di Desa Sade masih memegang tradisi (Foto: Instagram@fotosantuy)

Ternyata tidak seperti itu. Aroma kurang sedap dari kotoran sapi atau kerbau tidak tercium setelah melalui proses pengeringan setelah lantai dilumuri.

Sebelum lantai dilumuri, masyarakat suku sasak bakal terlebih dahulu mencampurkan kotoran sapi atau kerbau dengan tanah liat. Setelah itu, selama beberapa jam kotoran sapi di atas lantas akan didiamkan sejenak sampai benar-benar mengering. Jika sudah begitu, bau dari kotoran sapi pun bakal langsung pergi.

Bukan sembarang kotoran ternak

Tidak semua kotoran ternak dapat digunakan untuk melakukan tradisi melumuri lantai ini. Hanya diperbolehkan kotoran sapi maupun kerbau. Itu pun tak boleh diendapkan selama berhari-hari, melainkan kotoran yang baru keluar. Lebih lanjut, kotoran sapi atau kerbau tersebut merupakan kotoran pertama di pagi hari.

Manfaat melumuri lantai dengan kotoran sapi atau kerbau

Memang benar Suku Sasak melumuri lantai dengan kotoran ternak lantaran mengikuti tradisi yang sudah mengakar. Tapi jangan salah, kegiatan ini ternyata juga membawa manfaat yang baik bagi hunian Suku Sasak. Diyakini, kotoran sapi dan kerbau mengandung zat yang mampu mengusir nyamuk. Tak sampai di situ saja, suasana dalam rumah pun akan menjadi lebih hangat, mengingat udara di Dusun Sade terbilang dingin.

Selain itu, masih ada lagi manfaat lain dari melumuri lantai serta tembok dengan kotoran sapi. Suku Sasak percaya rumah menjadi lebih kokoh, tak mudah retak, serta lantai pun lebih mengkilap. Satu bulan sekali masyarakat di Dusun Sade rutin mengganti kotoran sapi maupun kerbau. Hal ini bertujuan agar rumah mereka tetap terjaga kekokohannya.

Ritual

Warga Dusun Sade menjadikan tradisi melumuri kotoran ternak ke lantai sebagai ritual sebelum menjalankan tradisi keagamaan. Adapun tradisi keagamaan yang dimaksud mencakup pula ziarah makam wali. Bagaimana, apa Anda tertarik mengunjungi Desa Sade melihat rumah Suku Sasak?

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tanjung Lesung, Sanctuary Baru di Pesisir Banten yang Menenangkan

57 tahun lalu

Wisata Unik! Masuk ke Dunia JUMBO Lewat Gelembung Raksasa

57 tahun lalu

HUT ke-499 Jakarta, Pramono Gratiskan Transportasi Umum, Ancol hingga Ragunan pada 27-28 Juni

57 tahun lalu

Bukan Sekadar Pameran, Amazing Toy Show 2026 Jadi Destinasi Wajib Pencinta Pop Culture!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal