Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional Ujung Kulon adalah Desa Tamanjaya. Anda dapat memasuki kawasan tersebut melalui desa itu. Objek wisata menarik yang terdapat di seputar Tamanjaya, antara lain Desa Nelayan Cibanua, Curug cipaniis, sumber air panas Cibiuk, dan wildlife viewing owa jawa di Curug Cikacang. Akomodasi yang terdapat di Tamanjaya, antara lain Penginapan Sundajaya, penyewaan perahu/kapal, perkumpulan pemandu/guide local, dan pusat pembuatan suvenir patung badak.
3. Pulau Panaitan
Tempat wisata di Taman Nasional Ujung Kulon selanjutnya ada Pulau Panaitan. Pulau ini terkenal dengan ombaknya yang menantang, sangat cocok buat para surfer. Selain itu, di sini Anda juga bisa melihat arca Ganesha dan banyak peninggalan kerajaan zaman Hindu kuno lainnya di puncak Gunung Raksa.
Wisatawan bisa berkemah di pulau tersebut. Merasakan sensasi kemah di dekat pantai akan sangat seru dan menyenangkan. Sementara itu, antara Pulau Panaitan dan Pulau Jawa dibatasi oleh Selat Panaitan. Maka, secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.
4. Gua Sanghyang Sirah
Tempat wisata di Taman Nasional Ujung Kulon lainnya ada Gua Sanghyang Sirah. Tempat ini kerap dikunjungi oleh wisatawan yang ingin berziarah. Konon katanya, tempat ini dipercaya warga setempat pernah dikunjungi Khalifah Ali sehingga terdapat Batu Quran.
Sirah dalam bahasa Sunda dan bahasa Jawa berarti kepala. Ini membuat Sanghyang Sirah makin melegenda sebagai kepalanya Pulau Jawa. Kemudian Abah Syargani, salah seorang juru kunci menceritakan tentang makna sesungguhnya Sanghyang Sirah dan Ujung Kulon.