"Jadi begini, Jakarta ini pada saat tanggal 22 itu banyak banget kegiatannya. Dari pagi, jam 07.00 pagi sampai dengan malam, itu banyak banget. Jadi kalau umpamanya Ancol ini dibikin salah satu kegiatan lagi, ini jadi kita bingung menempatkannya tuh di mana, seperti itu," katanya.
Selain itu, Syahmudrian menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memiliki sejumlah prioritas program yang telah dirancang sebelumnya di berbagai lokasi strategis ibu kota.
"Saya pikir Pak Gub dan Pemprov (DKI Jakarta) mempunyai prioritas-prioritas yang lebih sehingga akan menempatkan program-program itu yang sepertinya sudah didesain sebelumnya," ujarnya.
Lebih lanjut, Syahmudrian berharap Ancol ke depan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi berkembang menjadi ekosistem hiburan terpadu yang mampu menghadirkan pengalaman dan kenangan berkesan bagi setiap pengunjung.
"Gini, Ancol ini tidak hanya sekedar kawasan bagi kami untuk seperti menjual tiket. Kita pengin Ancol ini menjadi suatu integrated leisure ecosystem. Maksudnya itu, kita ingin menjual pengalaman. Kita ingin mencreate memori di sini," katanya.
Dia menambahkan, pengalaman dan kenangan yang tercipta selama berada di Ancol menjadi nilai yang lebih penting dibanding sekadar berwisata. Karena itu, pihaknya ingin setiap pengunjung pulang dengan perasaan bahagia setelah menghabiskan waktu bersama keluarga maupun orang terkasih.
"Kita ingin orang pada saat datang ke Ancol ini dari dalam hatinya itu dia ingin membuat suatu memori yang baik. Dia ingin menciptakan kenangan yang indah bersama keluarganya, dengan orang terkasihnya, atau dengan siapapun juga mereka berada di Ancol ini. Pada saat dia pulang, dia sudah lebih berbahagia. Ini sebenarnya cita-cita kami ke depan," ujar Syahmudrian.