"Banyak orang kini menikmati esensi Gili Trawangan yang berjiwa bebas dan menyatu dengan alam, tapi mereka tetap ingin kenyamanan yang elegan," kata Satria Wei, Executive Director JHL Collection, dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).
Di sisi lain, kesadaran terhadap isu keberlanjutan juga menjadi faktor penting. Banyak traveler kini mulai mempertimbangkan penginapan yang menerapkan konsep ramah lingkungan, mulai dari pengurangan plastik sekali pakai seperti yang diterapkan di Noema Gili Trawangan.
Di lokasi itu, pihak resor menggunakan reservoir air dengan teknologi geo-textile khusus untuk sistem hidran. Bekerja sama dengan WaterHub, air lokal disuling menjadi air minum berkualitas tinggi yang tersedia di stasiun pengisian ulang tamu untuk mengeliminasi penggunaan plastik sekali pakai.
Selain itu, mesin Rapid Composter di area resor memproses sampah organik menjadi kompos kaya nutrisi hanya dalam waktu 24 jam. Konsep sustainable ini semakin diminati traveler zaman now.
Perpaduan antara kenyamanan, pengalaman alam, dan konsep sustainable tourism inilah yang membuat glamping diprediksi akan terus menjadi tren staycation favorit dalam beberapa tahun ke depan. Apakah Anda termasuk yang suka staycation di glamping?