“Itu sebenarnya kertas sembahyang. Maksudnya kalau habis berdoa nanti mereka bakar. Mereka bakar itu pertanda nanti sebagai sarana buat sampai doanya gitu sih kepercayaannya gitu, katanya.
Dia menjelaskan pada Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari ini, para umat berdatangan ke kelenteng hanya untuk fokus beribadah dan berdoa, sehingga tidak ada acara khusus yang digelar.
“Tidak ada ritual biasa aja. Acara-acara sembahyang biasa sih. Tiap tahun juga begini kalau menyambut Imlek ya sembahyangnya begini-gini aja,” kata Andi.
Meski didatangi oleh ratusan umat, Andi mengungkapkan terjadi penurunan jumlah kunjungan umat pada Hari Raya Imlek tahun ini dibandingkan tahun kemarin.
“Ada penurunan yang signifikan tahun ini. Tahun kemarin malam aja udah meriah, semalam sebelum Imlek aja udah lebih pengunjung lebih padat. Ya, relatif lah mungkin di hari H-nya ini tambah pengunjung mungkin ada halangan atau apa malam jadi ya berkunjungnya sekarang malam,” katanya.
Dia memprediksi kepadatan umat yang berdatangan akan terus terjadi hingga sore dan malam hari sampai kelenteng ditutup sekitar pukul 21.00. “Kita hari H-nya entar sampai jam 09.00. 09.00 kita tutup, jadi 38 jam. Prediksi ya mungkin sih mudah-mudahan sih bisa ramai juga,” ujar Andi.
Sebagai informasi, ada beberapa rangkaian ibadah yang bakal digelar dari Hari Raya Imlek hingga perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Toasebio. Berikut jadwal ibadah bersama yang bakal dilaksanakan di kelenteng tersebut.
1. Sembahyang Malam Imlek (Senin, 23 Februari 2026 sekitar pukul 23.30 WIB).
2. Perayaan Imlek Toasebio (Selasa 17 Februari 2026).
3. Sembahyang Sinbeng Turun (Kamis, 19 Februari 2026 pukul 23.30 WIB).
4. Sembahyang Tebu (Selasa, 24 Februari 2026, pukul 18.00 WIB).
5. Malam Cap Go Meh (Senin 02 Maret 2026).
6. Perayaan Cap Go Meh (Selasa, 03 Maret 2026).