"Hal ini ditunjukkan pada sebanyak 25 ribu noken produk kreatif griya Papua yang sudah disiapkan sebagai merchandise untuk para atlet dan ofisial PON. Serta ratusan pekerja ekonomi kreatif di bidang event dilibatkan baik sebagai pengisi acara maupun kru di balik layar," kata Sandiaga.
Selain itu, penyelenggaraan PON diharapkan dapat mendukung berkembangnya pariwisata berbasis komunitas kreatif seperti yang dihadirkan anak-anak muda di Desa Wisata Kampung Yoboi.
"Harapan kita ke depan, setelah PON atau di tengah penyelenggaraan PON ini destinasi berbasis komunitas yang menawarkan ekonomi kreatif akan tumbuh dan mengambil peluang ini," kata Sandiaga.
Sementara, Jonni BS Nugroho selaku Event Director Pelaksana Opening dan Closing PON XX menjelaskan, lebih dari 3.000 pekerja, mulai dari kru kreatif hingga produksi dan panitia. Selain itu juga dilibatkan lebih dari 1.000 pengisi acara.
"Untuk penari, 100 persen adalah talenta-talenta lokal Papua. Kita targetkan pelaksanaan PON XX ini sebagai pilot project penyelenggaraan event dalam kondisi pandemi," kata Jonni.