"Jadi ini betul-betul adalah satu perjuangan yang sangat menurut saya penuh tantangan, tapi mudah-mudahan kita segera bangkit, kita segera pulih," kata Sandiaga Uno usai memberi nama anak gajah di Taman Safari Indonesia pada Jumat (28/5/2021).
Lebih lanjut dipaparkannya, pandemi Covid-19 memaksa seluruh pihak untuk meningkatkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Ketiga hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno telah diaplikasikan oleh pengelola Taman Safari Indonesia, yakni lewat adaptasi teknologi digital, berupa virtual reality dan augmented reality. Kehadiran teknologi tersebut diharapkannya dapat menambah pengalaman berkesan bagi para pengunjung kalangan milenial dan generasi Z.
"Jadi nanti digital experience akan juga dinikmati di Taman Safari Indonesia ini. Dan ini adalah bagian daripada tentunya pariwisata era baru yang tentunya berkualitas dan berkelanjutan," kata Sandiaga Uno.
Apresiasi pun disampaikan kepada jajaran Kemenparekraf. Beragam keluhan yang disampaikan Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) segera dijawab lewat usulan perluasan penyaluran dana hibah pariwisata. Lewat insentif tersebut, dirinya berharap upaya konservasi satwa yang dilakukan para pengelola kebun binatang di seluruh Indonesia dapat tetap berjalan.
"Kami melihat foto-foto gajah yang kurus-kurus di beberapa kebun binatang di Indonesia, karena kekurangan dana untuk membeli makanan dan juga ada beberapa gajah yang sempat sakit dan akhirnya mati," kata Sandiaga Uno.