Wishnutama Kusubandio mengatakan keputusan pembatalan diambil pihak penyelenggara terkait kekhawatiran terhadap wabah virus korona.
Dia menjelaskan, Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mempersiapkan keikutsertaannya dalam pameran pariwisata terbesar di dunia, yang tahun ini rencananya akan diikuti 10.000 peserta pameran dari lebih 180 negara yang diperkirakan akan dihadiri 160.000 pengunjung.
Dalam kegiatan itu pihaknya menyiapkan sejumlah promosi, termasuk membangun paviliun Indonesia dengan konsep yang mencitrakan keindahan di lima destinasi super prioritas pariwisata Indonesia.
"Tapi sudah menjadi keputusan organizer, atas keputusan pemerintah negara Jerman kami sangat menghargai," kata Wishnutama.
Delegasi Indonesia yang telah berangkat pada Jumat (28/2/2020) kemarin juga telah ditarik untuk segera kembali ke Tanah Air. Delegasi yang bertugas untuk mempersiapkan keikutsertaan Indonesia itu telah tiba di Istanbul, Turki, untuk transit sebelum melakukan perjalanan lanjutan ke Berlin, Jerman.