Kemudian, dia juga mendekati bibir gua dan menemukan jalur terowongan yang mirip dengan jalannya ular. "Tidak sangka di sini ada gua, tersembunyi di bawah pohon beringin. Jika dilihat mirip jalannya ular. Bisa jadi ini dulunya tempat pertapaan ular besar. Untuk masuk ke sini harus agak menunduk karena sangat kecil," kata Kuno Brono.
Gua ini memiliki dua cabang, terlihat juga akar-akar besar mengelilingi dinding gua, dan serpihan genteng era Majapahit.
"Situs ini jika dilihat dari struktur batuan diduga peninggalan Kediri. Karena postur batu batanya tebal, dan panjang," katanya.