Nicholas Saputra Kagum Mahasiswa Sekarang Tak Hanya Pintar, tapi Mau Turun Membangun Desa

Muhammad Sukardi
Nicholas Saputra kagum melihat mahasiswa zaman sekarang yang peduli membangun desa. (Foto: Instagram)

Menurut dia, tantangan terbesar bukan lagi menyusun proposal yang menarik, melainkan bagaimana setiap gagasan tersebut dapat diwujudkan secara nyata dan memberi manfaat bagi masyarakat desa.

Persaingan di babak final berlangsung ketat. Salah satu sesi yang mencuri perhatian mempertemukan tim Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Cenderawasih (UNCEN). Keduanya sama-sama mengangkat tema pemberdayaan desa melalui perempuan sebagai motor penggerak perubahan, namun dengan strategi yang berbeda.

Di balik presentasi yang tampil meyakinkan, para finalis ternyata menghadapi tekanan yang tidak ringan. Eli, salah satu anggota tim LESTARI dari UNCEN, mengaku sempat kehilangan fokus karena rasa gugup saat berada di depan panelis.

"Pada saat presentasi, saya sempat berhenti karena sudah sangat gugup. Akhirnya, saya sempat berhenti untuk menenangkan diri dan setelah itu saya tetap melanjutkan presentasi," ujar Eli.

Pengalaman serupa juga dirasakan Sam, anggota tim Amerta Pertiwi dari UNAIR. Dia mengaku sempat kesulitan ketika harus menjawab pertanyaan dari salah satu panelis, Cinta Laura.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 hari lalu

Prabowo Cerita Awal Mula Ide Kopdes Merah Putih: Kekuatan Kita Ada di Desa-Desa

11 hari lalu

Nicholas Saputra Jadi Juri di Ajang Genera-Z Berbakti 2026, Soroti Isu Desa Wisata!

15 hari lalu

Energi Bersih hingga Peluang Usaha, Desa Energi Berdikari Perkuat Ekonomi Masyarakat

16 hari lalu

Kemendagri Raih Penghargaan PBB, Inovasi Sistem Keuangan Desa Diakui Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal