Kolaborasi artistik ini menampilkan alat tenun tradisional dan kain daur ulang dari untaian benang yang ditenun dengan plastik parut, setiap elemen dipilih dengan cermat untuk meminimalkan dampak lingkungannya.
Lebih dari sekadar memamerkan instalasi, para tamu diundang untuk memulai perjalanan transformatif dan menjadi bagian integral dari narasi dalam mengolah kembali bahan mentah menjadi karya seni yang menggugah pikiran.
Para tamu ditawari kesempatan eksklusif untuk mengikat karang buatan tangan yang terbuat dari plastik dengan seutas benang plastik pada alat tenun, meninggalkan jejak pribadi pada karya agung yang terbentuk saat bingkai dipenuhi dengan tali.
Pengalaman interaktif ini bertujuan untuk menanamkan rasa harapan, menginspirasi, dan menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan yang rumit antara seni, alam, dan keahlian sambil memperkuat pentingnya keberlanjutan dan kesadaran lingkungan.
"Senang sekali dapat berkolaborasi dengan The Apurva Kempinski Bali, mitra yang berpikiran sama yang memiliki visi sama tentang keberlanjutan dan kesadaran lingkungan. Bersama-sama, kami merajut harapan untuk generasi mendatang. Kolaborasi ini memiliki makna pribadi yang mendalam saat kami menggabungkan kekuatan kreatif kami untuk membuat dampak nyata pada dunia yang sangat kami sayangi," kata Ari Bayuaji melalui keterangannya belum lama ini.