Menurutnya, warga ingin generasi Sula akan datang bisa berenang di kawasan perairan ini dan masih bisa melihat gerombolan ikan karang yang indah, sekumpulan ikan hiu black tip dan keindahan terumbu karang.
"Mereka berkomitmen menjaga kelestarian hutan mangrove, lebah, kupu-kupu, burung, kepiting kenari dan seluruh ekosistem di Kepulauan Sula," katanya
Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus mengatakan, Festival Tanjung Waka 2022 adalah refleksi kehidupan masyarakat lokal di Kepulauan Sula yang sesungguhnya. Warga di Sula akan bersuka cita menggelar sejumlah warisan budaya leluhur mereka yang penuh kesederhanaan namun mempunyai pesan moril yang bernilai tinggi.
"Kekuatan kearifan lokal dan filosofi hidup masyarakat Sula akan menjadi industri kreatif warga setempat dalam menciptakan suasana festival yang khidmat," ujar Fifian.
Dia menambahkan, FTW 2022 merupakan festival berbasis konsep edu-ekowisata. Bagi masyarakat Sula, destinasi alam yang indah di sana hanyalah bonus. Yang menjadi target mereka adalah festival ini dapat menjual ilmu pengetahuan dan filsafat lokal.